" Konflik Antar Budaya "
Indonesia negara yang besar, negara yang memiliki beraneka ragam suku dan budaya juga bermacam-macam agama di dalamnya, semua tersebut digabungkan menjadi satu dengan kata lain " BHINNEKA TUNGGAL IKA " itu adalah motto negara Indonesia yang artinya berbeda-beda ( suka,agama,adat istiadat,budaya dan bahasa ) tetapi tetap satu agar negara yang besar ini tetap kokoh dan jaya. Bangsa Indonesia telah mengenal hubungan yang harmonis sejak nenek moyang menduduki kepuluan Indonesia berjuta-juta tahun yang lalu, namuan kini setelah banyak cendikiawan, politisi, pengusaha, maupun ahli hukum yang berwawasan moderen, tapi tetap saja sifat instinktif yang residual primitif muncul ke permukaan. Lebih-lebih di saat berbagai konflik kepentingan menyeruak dalam kehidupan bangsa, seperti konflik politik, bisnis, etnis maupun konflik local primordial.
Berbagai peristiwa yang terjadi akibat konflik kepentingan etnis di nusantara akhir-akhir ini seolah-olah menjadi teren dunia. Jika di Afrika terjadi pertikaian etnis antar suku Tutsi dan suku Hutu ( Ruwanda - Burundi ), suku Kurdi di Turky, susku Tamil di Cylon, maka di Indonesia juga sering terjadi pertikaian etnis seperti Madura, Makassar, Banten, Melayu (Kalbar) dan suku-suku di Irian (Papua). Penyebab utamanya adalah Komunikasi Antar Budaya yang Tersumbat. Sungguh aneh dizaman moderen ini bisa terjadi, padahal dizaman kuno hubungan antar etnis sering dilakukan oleh saudagar Cina. Madagaskar, India dan bangsa lainnya tanpa pertumpahan darah bahkan sering jadi perkawinan antar etnis untuk melanggengkan tali kekeluargaan. Kita kenal komunikasi antar budaya Cina ke Eropa dan Asia dengan " jalur sutra ", yang selain bermisi berdagang juga memiliki misi budaya. Konflik budaya yang sering terjadi diberbagai kota maupun dipedalaman, menunjukan betapa pentingnya pengetahuan tentang budaya etnis, kelompok usia, kelompok agama maupun kelompok tradisi tertentu di tanah air. Dalam satu RW terjadi pertikaan antar RT, antar geng, antar pendukung sekeagmaan bahkan antar pendukung partai. Ironis memang, namun itulahnaluri dasar manusia yang paling primitif selalu timbul bila terjadi perbedaan kepentingan ( pribadi, kelompok, maupun ajaran tertentu ). Berikut ini penyebab faktor terjadinya geger budaya. Antropolog Cylde Khuckpohn memperingatkan kita bahwa setiap jalan kehidupan yang berbeda, memiliki asumsi tentang tujuan keberadaan manusia, tentang apa yang diharapkan dari orang lain dan dari tuhan, tentang apa yang menjadi kejayaan dan kegagalan. Aspek budaya terbuka ( overt ) dan tertutup ( covert ) menunjukan bahwa adanya kegiatan sehari-hari kita dipenuhi oleh pola dan tema yang asal ( genuine ) dan maknanya kurang kita sadari. Kelakuan ( behavior ) dipengaruhi oleh budaya itu memudahkan kebiasaan ( habits ) hidup sehari-hari, sehingga seseorang melakukan banyak perbuatan ( terutama yang aneh, menyimpang dan fatal ) tanpa memikirkan akibat dari prilakunya tersebut. Terjadilah pelaziman budaya ( cultural conditioning ) itu memberikan kebebasan untuk secara sadar memikirkan usaha baru ( inovasi ) yang kreatif. Akses kebebasan tanpa sadar membuat kelakuan kita dapat menggerakan timbulnya masalah nasional, seperti rasisme ( etnosentrisme dibeberapa daerah ), yang akibatnya berdampak global. Untuk penyelesaian masalah ini diperlukan peraturan perundang-undangan dan reedukasi dalam upaya menciptakan suasana aman, tentram, adil, berkepastian hukum bagi seluruh warga.
Perbedaan tradisi, budaya dan berbagi prilaku subkultur tertentu dalam kelompok masyarakat dapat dijadikan alat perekat membangun kebersamaan ( togetherness ) untuk tujuan dan tercapainya kepentingan bersama atas dasar saling peduli, saling menghormati dan saling mempercayai sesama anak bangsa. Komunikasi antara ( silang / lintas ) budaya bagi bangsa Indonesia sangat penting untuk dipahami oleh segenap komponen bangsa, mengingat negara dan bangsa Indonesia terdiri dari kepuluan yang dihuni oleh bernagi etnis dengan anekaragam budaya, teradisi dan memeluk agama yang beraneka ragam. Pemahaman ini sangat penting utamanya dalam menyikapai pelaksanaan otonomi daerah yang sering dijangkit pandangan etnosentrime sempit.
sumber : http:// www.scribd.com/ konflik-budaya
sumber : http:// www.scribd.com/ konflik-budaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar